Ayahnya dibunuh di depan matanya. Puluhan tahun berlalu, namun ingatannya tentang lelaki pembunuh ayahnya tak pernah hilang. Dendam itu terus ia bawa hingga perjumpaan mereka pada suatu hari. Namun, sosok yang dulu dibayangkan begitu kuat dan mengerikan ternyata telah berubah menjadi lelaki renta yang pikun, rapuh, dan bahkan kesulitan untuk mengangkat segelas air.
Apa yang akhirnya ia lakukan untuk menuntaskan dendam itu?
Cerpen
berjudul "Pulang"
karya Uda
Agus ini terbit di Harian
Kompas pada 12 September 2026. Bisa dibaca di https://www.kompas.id/artikel/pulang-4 atau https://ruangsastra.com/35243/pulang-10/

Komentar
Posting Komentar