Kubang, 2 Juni 2026 – Balai Adat Kanagarian Kubang menjadi saksi
lahirnya sebuah karya penting dalam upaya pelestarian budaya Minangkabau
melalui kegiatan Launching Buku Barih Balobeh Nagari Kubang dengan tema “Manjago
Adaik, Manjago Marwah.”
Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten Lima Puluh Kota, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Lima Puluh Kota, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lima Puluh Kota, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pemerintah Nagari, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat, Ketua LKAAM Kabupaten Lima Puluh Kota, Camat Guguak, Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepala SMAN 1 Guguak, Kepala MAN Lima Puluh Kota, para kepala UPTD SD, SMP se-Nagari Kubang, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat Nagari Kubang lainnya.
Menjawab Kekhawatiran Pudarnya Nilai Budaya
Buku Barih Balobeh Nagari Kubang yang diprakarsai oleh Tim Penulis Pengurus Bundo Kanduang Nagari Kubang ini hadir sebagai respons atas kekhawatiran para Bundo Kanduang terhadap semakin tergerusnya nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Perubahan pola hidup serta kuatnya pengaruh budaya luar mulai tampak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Peluncuran Buku Barih Balobeh Nagari Kubang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan perwujudan dari impian besar untuk menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai leluhur kepada generasi masa depan,” ujar Ernawati, S.Pd., M.M. dalam penyampaian narasi buku di hadapan forum.
Panggilan kekerabatan yang dahulu akrab digunakan dalam keluarga dan kaum, seperti uwo, mak tuo, atuak, dan sebutan lainnya, perlahan mulai tergantikan oleh istilah asing seperti oma dan opa. Begitu pula dalam pergaulan anak dan remaja, penggunaan bahasa yang tidak berakar pada adat Minangkabau semakin sering ditemui.
Melihat kondisi tersebut, Bundo Kanduang Nagari Kubang bersama Niniak Mamak dan Pemerintah Nagari berinisiatif menghimpun, mendokumentasikan, serta menuliskan berbagai ketentuan adat, petatah petitih, tata krama, nilai-nilai, serta adat salingka nagari ke dalam sebuah buku sebagai pedoman lintas generasi.
Panduan Generasi Kini dan Mendatang
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Lima Puluh Kota, Hj. Nengsih, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan harapannya agar buku ini dapat menjadi pedoman dalam kehidupan beradat di masyarakat.
“Semoga isi buku ini dapat diamalkan dan menjadi acuan dalam kehidupan beradat istiadat. Kami juga berharap sekolah-sekolah dan madrasah dapat memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ini ke dalam kurikulum, mulai dari tingkat SD hingga SMA,” ujarnya.
Buku ini tidak hanya diperuntukkan bagi para pemangku adat, tetapi juga menjadi panduan bagi anak, kemenakan, menantu, cucu, serta seluruh masyarakat Nagari Kubang agar tetap memahami, menjaga, dan mengamalkan nilai-nilai budaya warisan leluhur.
Melalui buku ini, berbagai aturan adat, tata hubungan kekerabatan, etika
bermasyarakat, serta nilai kehidupan yang menjadi identitas masyarakat Kubang
terdokumentasi dengan baik, sehingga tidak hilang ditelan zaman.
Kolaborasi Pelestarian Budaya
Penyusunan buku ini merupakan hasil kolaborasi dan musyawarah panjang antara Bundo Kanduang, Niniak Mamak, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Nagari Kubang. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga marwah nagari sekaligus warisan budaya yang dapat terus dipelajari dan diamalkan oleh generasi mendatang.
Launching Buku Barih Balobeh Nagari Kubang menjadi penegasan bahwa adat bukan sekadar peninggalan masa lalu,
melainkan pedoman hidup yang tetap relevan dalam membentuk karakter masyarakat
yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya Minangkabau.
Menjaga Adat, Menjaga Marwah
Tema “Manjago Adaik, Manjago Marwah” menjadi semangat bersama untuk memastikan adat salingka nagari tetap hidup, dikenal, dipahami, dan diamalkan oleh generasi hari ini maupun yang akan datang.
“Adat dipakai baru, pusako dipakai usang.”
Maknanya, adat akan tetap hidup dan relevan sepanjang zaman selama terus dijaga, dipelajari, dan diamalkan oleh setiap generasi.
Selamat atas terbitnya Barih Balobeh Nagari Kubang. Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh Bundo Kanduang, Niniak Mamak, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam penyusunannya.
Salam hormat untuk masyarakat Nagari Kubang. Semoga senantiasa manjago
adaik, manjago marwah.
*) ditulis oleh:
Rahmi Prayanti, Relima Kabupaten Lima Puluh Kota



.jpeg)
Komentar
Posting Komentar