PUISI TENTANG SYUKUR

 

Berkah Melimpah

Pengusaha meraih miliaran kesuksesan.
Pedagang meraup jutaan laba.
Buruh bertambah bonus upahnya.
Guru menerima tunjangan, parsel beraneka.
Kaum duafa tersenyum menikmati hidangan.
Hujan rezeki mengalir ’tuk semua insan.

Walau tidak setiap orang taat perintah-Mu,
Engkau tetap mencukupi segala kebutuhan.
Walau tidak setiap orang beribadah kepada-Mu,
berkah tetap melimpah saat Ramadan.
Bukti kasih sayang-Mu mewujud di sepanjang jalan.
Masihkah rasa syukur kami tertiadakan?

 

Mojokerto, 7 Ramadan 1445 H/18 Maret 2024

--------------------------------------------------------

Mengingat-Mu

Engkau tak pernah alpa,
mengembuskan oksigen setiap napas ke paru-paruku,
mengalirkan darah dari pompa detak jantungku,
mengatur pergerakan sel-sel tubuhku,
memegang jiwa ketika lelap tidurku sampai terbangun kembali ke raga.
Aku terlena dirayu sang waktu, terlupa.

Engkau tak mungkin lengah,
mengatur jalannya rezeki, bahkan makhluk melata,
meniupkan roh pada janin dalam rahim ibunya,
hingga mencabut nyawa renta berjumpa ajalnya.
Hamba sering lalai mengingat-Mu. Ya Allah, ampunilah.
Zikirku teramat sedikit dibandingkan keagungan-Mu.


Mojokerto, 8 Ramadan 1445 H/19 Maret 2024

 

*) Riski Diannita adalah ibu rumah tangga pegiat literasi asal Mojokerto. Ia gemar membaca sejak kecil, mulai suka menulis sejak SMP, dan menekuni kepenulisan setelah lulus S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Tulisannya telah dimuat di berbagai media, serta diterbitkan dalam buku antologi dan solo sejak 2016. Beberapa novelnya berjudul 1 Hati 150 Hari (2017), After Midnight (2018), dan Naladhipa (2022). Selain itu, aktivitasnya menjadi pengajar les, editor lepas, dan pengurus organisasi FLP Cabang Mojokerto. Ia dapat dihubungi melalui Instagram: @riskidiannita, Facebook: Diannita Riski, email: riskidiannita@gmail.com dan WhatsApp: 085730360947. 

Komentar